header photo

Kisah si anak pantai (Part I: Bermula dari benturan)

Sebuah tulisan yang direkam oleh penulis, tentang si anak pantai.

Tentulah Anda mengira ini cerita tentang anak pantai yang dilengkapi dengan papan seluncur di tangan kanannya, yang kekar badannya, dan dilengkapi urat-urat yang menonjol. TIdak...! Si anak pantai ini tidak memiliki kriteria itu. Dia hanyalah anak muda yang memang hitam legam kulitnya, dan tak dianugrahi otot-otot yang mentereng layaknya banci-banci yang bisa kita jumpai di pinggiran jalan ibu kota. Demikian juga nasibnya dengan urat-urat yang menempel di kulit legamnya itu, tak begitu nampak, kalaupun ada, itu juga bukan karena hasil dia menjelajahi pantai dengan papan seluncurnya, namun dikarenakan bentuk kurus badannya yang hampir tak menyisakan daging, sehingga membuat urat-uratnya terpampang dengan paksa di permukaan kulit.

Dalam suatu keadaan yang juga tak dimengerti oleh si penulis, si anak pantai sedang dalam tingkat kekesalannya yang memuncak, kala itu mentari sejuk menyinari bumi di penghujung siang. Tak tahu mengapa, si anak pantai ini melampiaskannya dengan menggubah sebuah sajak. Sebuah sajak yang menggambarkan kondisi hatinya, menggambarkan kekesalannya, dan menggambarkan apa saja yang bisa digambarkan dalam otak kecilnya (yang dalam pengakuan si anak pantai sebagai otak titisan Khalil Gibran).


ingin ku belah ombak
yang dengan lancang nya menerpa karang
akan ku bela si karang
walau tetap tegar karang berdiri

rasanya cukup bagiku untuk mengerti
sedikit-demi sedikit karang pun akan terhempas
walau terlihat tegar elok karang berdiri
ombak tiada henti berkuasa menerjang

ingin ku pecahkan keheningan laut yang jauh disana
yang tampak tak beriak di sana
akan ku telanjangi tipu dayanya
banyak sudah yang karam di dasarnya

rasanya cukup bagiku untuk mengerti
air beriak tanda tak dalam
ketenangan arus laut yang jauh disana
tak lebih dari pesona yang memangsa

ingin ku pulang saja dari pantai
karena ini hanya lah kemustahilan semata
ombak yang mampu ku taklukkan
ataupun air laut yang mampu terpecah belah itu

seandainya saja ku tidak ke pantai


Dan si anak pantai ini pun pulang, membawa sejuta angan yg terbang melayang.

Ternyata perkenalan kita tentang gambaran si anak pantai tidak berakhir di awal tulisan ini saja. Mari kita lanjutkan pengenalan kita terhadap si anak pantai. Si anak pantai memiliki kemampuan untuk terbang melayang, seperti sejuta angannya yang terbang melayang tadi. Walau kurus badannya, namun kemampuan bertahan hidup si anak pantai ini patut dihargai rekor MURI, karena daya tahan tubuhnya yang seperti tokoh-tokoh kartun yang pernah kita tonton sewaktu kecil dahulu. Tak akan berakhir umur si anak pantai ini kalau hanya benturan-benturan hebat yang menghinggapi badannya. Namun hanya satu indikasi yang mampu meyakinkan semua orang kalau si anak pantai telah RIP (Rest in Peace), jikalau jantungnya berhenti berdetak.


Layaknya Supermen, anak pantai itu melayang diudara. Namun sayangnya, si anak pantai yang melayang tadi ceroboh, tak dilihatnya ada sebuah hotel bertingkat tinggi...tinggi sekali.... Dengan mulusnya, si anak pantai yang melayang tadi menghujam tembok hotel yang tinggi... tinggi sekali... tadi.

Malang anak pantai! Kini dia mendarat mulus tak berdaya di atas bumi, menyisakan kecerobohan dan sedikit sesal.

Anak pantai dengan kerja sampingan menjadi Superman gagal,,,,!

Namun si anak pantai (yang ternyata adalah Supermen) bangkit, mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah lumayan segar, dan bersiap melangkah.

Kemalangan ternyata adalah sahabat si anak pantai ini, tak dia sangka beberapa petugas keamanan hotel (bertubuh amat kekar bersama urat2 yang menonjol si sana-sini) menghampiri si anak pantai.
Si anak pantai ini disangka sebagai pengunjung gelap (walaupun memang kulit anak pantai ini lumayan berwarna karena namanya juga anak pantai).

Apa daya ingin melawan, ternyata kekuatan Supermen yang dimilikinya telah lenyap entah mengapa.(sebuah praduga penulis: mungkin kekuatannya nyangkut di atas tembok hotel yang tinggi... tinggi sekali... itu).
Terang saja, si anak pantai ini dalam sekejap ditendang keluar oleh petugas keamana hotel.
Kini anak pantai terdampar di sisi jalan, di luar kawasan hotel yang tinggi...tinggi sekali itu....

Anak pantai tetap santai, walaupun kmalangan trus menghampirinya namun ia tetap tabah melalu semua perjalanan (walaupun tak kesampaian bertingkah layaknya Superman) dan berjalan menatap mentari sore yang akan terbenam di ujung pantai.

Baru saja sejenak anak pantai ini memandangi mentari sore dengan takjubnya, dia tak menyadari, bahwasanya si anak pantai yang malang ini sedang bejalan ke tengah jalan raya yang penuh sesak dengan bis kota, bajaj, mikrolet ,mobil mewah ataupun mobil yang mengira dirinya mewah.

Brukkkk....!!!!*^5#$>.@'*%%^$

Bukan mobil mewah (apalagi mobil presiden dan menteri yang keren-mentereng tanpa mempedulikan nasib rakyatnya yang banyak di ambang nadir kemiskinan), bukan juga mikrolet, demikian halnya juga bukan bis kota, ternyata hanyalah 'seekor' bajaj yang 'mencium' deras tubuh si anak pantai.

Melayanglah tubuh anak pantai ini ke sisi jalan yang lain.

Entah karena kebetulan atau memang ini keajaiban Tuhan (atau memang disengaja si penulis yang merekam cerita ini), selepas tubuh yang malang ini melayang ke sisi jalan yang lain, ternyata ada hidung bajaj lain yang kembali 'mencium' tubuh si anak pantai dengan kerasnya.

Untuk kedua kalinya tubuh si anak pantai melayang, kali ini (untungnya) tubuh si anak pantai jatuh ke trotoar jalan.

Tanpa ada maksud sabotase dari si penulis cerita ini, ternyata ada seorang produser film yang sedang berjalan santai di sore itu. Saat melihat sesosok tubuh tergeletak lunglai di depan matanya, berbelas kasihanlah si produser film ini. Dan ketika wajah si anak pantai ini dilihat si produser film, maka tersenyum sumringahlah si produser. Wajah yang dilihatnya adalah sesosok wajah yang dicari-carinya untuk mengisi peran pemain utama dalam film terbarunya.


hehehee.... sebuah tulisan jadi-jadian...sejadi-jadinya bersama seorang kawan
created by Ageng Nieyy Rahma & Vester Cobain 
  

Bookmark and Share

0 komentar:

Search Engine Optimization