header photo

merubah Definisi (sebuah resensi buku)

"Merubah definisi??? apaan tuh?"

baiklah aku akan menjelaskan dengan bahasaku sendiri

Tapi terlebih dahulu, apa yang kutuliskan disini bukan hasil pemikiranku sendiri, cuma menuliskan ulang dengan menggunakan bahasa gaya gue sendiri (^.^)

"Manusia adalah sudut pandangnya" demikianlah kata pengantar dari buku yang sedang kubaca ini.
buku ini berjudul "Catatan harian sang penggoda Indonesia, Prie G.S."

Jadi yang membedakan setiap manusia, selain bentuk fisik dari masing-masing manusia yang berbeda, adalah bagaimana setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menilai sesuatu disekelilingnya, entah itu yang terlihat maupun yang dirasakannya.

Kenapa ada muka yang tersenyum, mengapa pula ada muka yang kita namakan muka sedih...???
Sudah barang tentu itu dikarenakan muka tadi (yg tersenyum, maupun sedih tadi-red) bersentuhan dengan sisterm nilai dalam sudut pandangnya. Jadi ketika dalam sudut pandang si muka (seseorang-red) sesuai dengan yang dia kategorikan sebagai "nilai yang memuaskan/menyenangkan", percayalah.... pasti setiap muka akan mengambil posisi tersenyum. Dan ketika terjadi sebaliknya, maka sedih pasti jadi sampul mukanya.

Maka buku yang sedang kubaca ini lebih banyak bercerita tentang, bagaimana menurunkan "sistem nilai kepuasan/kesenangan" yang kita miliki, dengan tujuan akhir, supaya kita mampu menghiasi muka kita dengan berbagai senyuman di sepanjang hari. Dimulai dari hal-hal yang sepele, terjadi sekitar kita, bahkan sampai hal yang sebenarnya wajib membuat kita bersumpah-serapah sekalipun... yakinlah, ketika Anda membaca buku ini, maka Anda memiliki semua alasan untuk membuat Anda tersenyum (atau namakan saja "untuk disyukuri") ketika menghadapi setiap kejadian yang terjadi pada diri.

Sebagai contoh...
Bagaimana pandangan Anda tentang keamanan? Atau definisi Anda tentang rasa aman?
Kalau Anda berpikir bahwa rasa aman adalah ketika anda terbebas dari maling.... sebaiknya Anda pikirkan ulang tentang definisi rasaaman ini.
Ketika Anda berpikir, rasa aman adalah terbebas dari penggangu yang tak diundang (salah satunya yang termasuk dalam kategori ini sudah pasti maling), maka Anda akan membuat bagaimana rumah yang Anda tempati bisa sedemikian hebat, hingga sang maling pun gentar untuk menyapa rumah Anda. Anda akan membuat tembok sedemikian tinggi, pagar yang berdiri gagah bak Gatot Kaca, bahkan kalau bisa taburi pecahan kaca disepanjang tembok yang mengitari rumah Anda sembari ditambah cita rasa listrik yang siap menyambar kepada mereka yang nekat menerobos masuk.
Lalu apa yang akan terjadi...? pastilah gambaran rumah ini amat sangat luar biasa keren, bahkan mampu untuk dibanggakan. Bukan hanya karena sistem keamanan tingkat tinggi bak Pentagon, namun juga karena biaya yang dikeluarkan yang amat WOW!!!
Dilain pihak rekan-rekan kantor,tempat Anda bekerja untuk menghasilkan uang, mulai mencurigai dana pembangunan sistem keamanan pentagon yang anda miliki. Maka terjadilah sebuah pencarian asal muasal uang yang anda hasilkan selama ini. Apalagi bangsa ini bangsa yang begitu menghargai korupsi, dimana ada korupsi, maka bak selebriti, segala hal yang berbau korupsi akan selalu dicari tau.
Yap... singkat cerita (karena aku juga kurang paham tentang sistem peradilan bangsa ini) Anda akan mendekam di bui. Sedangkan beberapa kilometer dari sana terdapat rumah yang aman untuk Anda huni. Namun sayang rumah tersebut, kurang cukup menarik Anda untuk bertempat tinggal di sana. Ternyata keamanan yang ditawarkan rumah dengan sistem keamanan pentagon, harus mengalah kepada sel-sel penjara tempat Anda berada.

so... definisi rasa aman apa yang cukup menarik untuk menjadi sistem nilai yang layak kita pegang???

"cari tau aja sendiri kawan dibuku ini" ketusku kepada orang yang akan menanyakan hal ini kepadaku (^^,)

Apa yang kubagikan diatas cuma merupakan salah satu bab dari berpuluh-puluh (bahkan mungkin mencapai angka 100, aku kurang ingat juga jumlah tepatnya) yang disajikan oleh mas Prie G.S.
Bersiaplah tersentil, mungkin saja Anda bahkan berpikiran miring terhadap sang penulis, atau bisa jadi Anda langsung mencari si penulis di FaceBook berharap bisa kontak dengan sang penulis. Mengapa ku katakan demikian??? karena akulah pelaku yang melakukan ke-3 hal tadi (^.^).
Have Fun...!!!



Jabat Erat

Sonny "yang lagi baca buku Catatan harian sang penggoda Indonesia" Sitorus

0 komentar:

Search Engine Optimization