header photo

cucucuc....cuap-cuap.....apapapapap

hari pagi karena memang sudah biasa
gelap yang berganti embun pagi,... itu pasti
tidak istimewa, dengan alasan sudah biasa
pasti datang, gelap berganti, bukan suatu pesona
dimana ucap syukur pada SANG ILAHI ditempatkan???

lari, lari dan lagi, tancap secepat diri
jangan menari, itu nanti, biarlah cuma dimimpi
karena sebentar tiba ujung hari
beri diri, semaksimal diri, untuk meraih mimpi
di mana saat untuk meneduhkan diri???

Melayani dengan kerelaan untuk menderita (Matius 20: 20-28)

Pernah mendengar Iwan Fals????
dalam salah satu liriknya lagunya, bang Iwan fals menulis demikian:

"Namun, kadang kala ada manusia seperti binatang
bahkan lebih keji dari binatang
Tampar kira kanan alasan untuk makan
padahal semua tahu dia serba kecukupan
intip iri kanan lalu curi jatah orang
peduli sahabat kental kurus kering kelaparan"
-(Lagu OPINIKU)

Inilah keadaan bangsa kita yang dilihat dari kacamata seorang iwan fals.
Manusia layaknya binatang dalam memperjuangkan haknya,
bahkan yang bukan menjadi haknya sekalipun dilahap selagi bisa,
selagi punya kesempatan, selagi mampu untuk melakukan.

Mari sejenak kita beralih secara tiba-tiba menuju Matius 20 : 20 -28

cinta buta

tersipu...
mungkin ini malu,

walau....
terkadang aku mau,

bukan perkara aku tak mampu,
tapi kar'na ku pilih membisu.

apa itu aku?
atau mungkin karena kamu?

tolonglah aku kalau kau tahu,
siapa tahu.....
memang cuma kamu yang aku mau!!!


cuma tulisan sekadarnya, tidak kurang, apalagi kalau dilebih dan terlebihkan

keberadaan diri


mati di tempat

sekarat bertindak

gelap benderang

terang yang sunyi

nuansa harga diri

duri mawar kehidupan

kenapa teman hadir?

saat ini, kurasa tepat untuk meratap,
tapi engkau justru datang merapat.

pernah suatu kali aku terperangkap,
waktu itu justu aku kau tangkap.

arena wAktu

Akhir bulan,
tapi belum akhir tahun.

Pertengahan hari,
aku berdiri di pertengah umur diri.

Detik berlalu,
biar yang t'lah terjadi menjadi masa lalu.

Kini aku malu...,
Aku lupa mengucap syukur pada-MU.

Menjelang masa depan,
tolong TUHAN sertai aku di depan.
Meratapi apa yang terjadi dalam hidupmu,
tiada guna karena sesal yang menjadi pilihanmu.
Lihatlah lebih dekat lagi!
Masa ketika kau beria, dan tersenyumlah!

Ketika semua seperti melebihi kekuatanmu,
sebatas karena kuatir yang melebihi isi kepalamu.
Ucapkan syukur sekali lagi!
Karena kau ingat masa sukacita yang pernah terjadi.

Kenapa hanya memandangi dengan keluh kesah?
Bukankah ada juga kala senyum tercipta di wajah?
Mungkin sebatas masa lalu pernah bahagia,
bukan berarti tak 'kan kau temuakan sukacita di hari nanti.

lupa tertawa, mudah bertengkar

aku telah lupa
bagaimana cara tertawa

tolong, tolong tertawai aku
agar ku dapat melihat rupa tawa
mungkin ketika ditertawakan ku tahu bagaimana tertawa
tertawalah..., tertawakan aku
karena bisa saja aku mengerti arti tertawamu itu
yaps..., engkau sekali lagi mengajarkan arti tawa padaku

umur 90 tahun mati, dan dikenang banyak orang

lari, lari terus berlari
cepat, semakin cepat, dan menjadi yang tercepat
demi sebuah cita, yang menanti di ujung ajal nanti
karena sehabis ujung ajal, adalah peristirahatan terakhir

lari, lari terus berlari
cepat, semakin cepat, dan menjadi yang tercepat
keberadaan yang harus diakui
eksistensi yang harus kuabadikan,
melalui pencapaian dari kedua tanganku

si jago bersilat liDah


mari kemari biar kutunjukkan
cara bertahan, cara melawan

bertahan...
dari yang datang melawan
melawan...
sesudah habis bertahan

Santunnya kotaku

santunnya kotaku
begitulah juga pemimpinnya
hati-hati di atas meja makan
karena ini bukan sebatas tentang isi perut
tapi juga tata krama
ada aturan ada etika
mari kita latih,mulai mempelajari
datangkan yang ahli
agar yang tak ahli jadi ahli
tentang tata krama bernamakan sopan-santun
beginilah citra kotaku
tampak kepada tingkah laku di atas meja makan
beginilah santunnya kotaku
tampak kepada keahlian pemimpin dalam memakan yang tersaji

santunnya kotaku
begitu juga pemimpinnya
bukan tentang perut mau diisi dengan apa
tapi bagaimana elegannya mengisi perut ini

mengupas isi kepala (session 2)

isi kepala yang mulai melacur
menawarkan kepuasan
memberikan penghormatan
agar, atau supaya
siapa yang tahu
pasti isi kepala ada, untuk apa?

esok apa lagi ya?

perhatikan malangnya keadaan
matikan waktu dalam genggaman
saat tiada ada yang mulai menyapa
kenapa ini ada? kenapa yang itu ada?

jadikan semua seperi yang sejak semula
tak mengerti arti dari semua yang terjadi
mungkinkah ini bukan untuk dimengerti?
atau karena arti yang tak mampu ku kaji?

pengemis

jari-jari tangan terdepan dalam posisi
menemani kebutuhan diri yang belum terpenuhi
hari ini pun dijalani seperti ini
melangkah dari pintu yang tadi sampai pintu ini

aku berdiri di sini, tadi aku berdiri di sana
ke mana aku melangkah pasti jauh terasa
karena mungkin di sana ada atau di sebelah sini ada
semoga ada tangan yang memberi seadanya

ASUMSI

asumsi
sebatas pemikiran awal
tercipta karena suatu kejadian
yang tak biasa, tapi terlihat
yang janggal, tidak seperti biasanya
yang melebihi biasanya, mungkin terkejut karna perubahan
asumsi sebatas pemikiran awal

apa jadinya ketika asumsi meraja?
apa jadinya ketika asumsi menjadi bahan penilaian?
apa jadinya ketika asumsi yang memutuskan?

aku pelaku yang kesal

minuman tadi menemui tetes terakhirnya
siapa pelakunya?
tidak lain adalah aku

makanan satu persatu menghilang dari bumi
aku salah satu pelakunya
karena hari ini aku makan satu kali

ada yang kesal, ada yang kesal
pasti ku patut dipersalahkan
tukang parkir kuacuhkan karena pikirku "dia cuma mematung saja kerjanya"

benar... kali ini aku yang kesal
setiap kali ada galian saluran di jalan raya
permukaan jalan semakin berlubang di sana sini

untuk kali kedua, aku lagi yang kesal
karena jalanan yang makin meyempit
atau (ditambah dengan motorku),jumlah kendaraan memang sudah terlalu banyak

suatu kali aku kesal
di lain kali aku kesal
kali-kali memang aku pelakunya?

Bookmark and Share

Santunnya kotaku

santunnya kotaku
begitulah juga pemimpinnya

hati-hati di atas meja makan
karena ini bukan sebatas tentang isi perut
tapi juga tata krama  
ada aturan ada etika

mari kita latih,mulai mempelajari
datangkan yang ahli    
agar yang tak ahli jadi ahli
tentang  tata krama bernamakan sopan-santun

beginilah citra kotaku
tampak kepada tingkah laku di atas meja makan
beginilah santunnya kotaku
tampak kepada keahlian pemimpin dalam memakan yang tersaji

santunnya kotaku
begitu juga pemimpinnya

bukan tentang perut mau diisi dengan apa
tapi bagaimana elegannya mengisi perut ini
 
karena dipikiranku
ada banyak orang diluar sana bersama kosongnya isi perut
menahan lapar atau mungkin tertahan karena lapar
siapa yang tau  mereka, karena pemimpin tau tentang tata krama

santunnya kotaku
begitu juga pemimpinnya

karena kunjungan ke kota lain
mereka membawa wajah kotaku ke kota mereka
santun bersama dalam meja makan, santun pulalah kotaku
karena kerjasama pasti terus terjalin dalam tata krama bernamakan sopan-santun

karena dipikiranku
satu orang tak dapat mewakili besarnya wajah kotaku
karena kotaku dihuni oleh bermacam-macam wajah
wajah yang tersembunyi dalam keroncong isi perut, bukan wajah kota yang diinginkan

santunnya kotaku
begitu juga pemimpinnya


"Aku tertawa geli melihat tulisan di salah satu surat kabar lokal Jawa Barat
dalam suatu berita, pemimpin provinsi ini menyediakan  seorang ahli table manner
yang mengajarkan tentang etika dalam makan bersama untuk kalangan orang elite
dan yang paling kuingat dalam berita itu  kata pemimpin ini dulu dia punya pengalaman makan
dengan salah satu bawahannya (pemimpin juga tapi dalam skala lebih kecil, kota-red) yang
makan tidak elegan dan menghilangkan selera makannya, sehingga dia takut kalau-kalau
nanti ada bawahannya yang pergi ke provinsi lain, melakukan hal yang sama di depan mata pemimpin provinsi lain.
menggelikan,... mari yuk kita kembangkan pemikiran pemimpin ini
dengan menyuarakan banyak orang yang perlu diajar tentang cara makan elite ini di jalanan, terlebih lagi bagaimana cara mereka agar bisa isi perut terlebih dahulu."


dari isi kelapaku
seseorang yang sering keringatan hanya karena makan


Bookmark and Share

Nasionalisme di atas dan nasionalisme di bawah

ada rapat...
hey...hey.... dengar ada rapat
berkumpulnya yang dilabeli pemimpin
hey... tolong dulu perhatikan ini
ini rapat pemimpin negara, bukan sembarangan tau
coba saja baca koran pagi ini
rapat ini tertulis dan (semoga) di baca seluruh warga negara

orang no.1 didengar oleh orang kelas satu negara ini
di suatu ruangan besar, jauh melebihi besarnya kamarku yang tak seberapa ini kawan
yang diperdengarkan pun juga tak kalah hebat
perangi teroris, mereka telah berubah haluan
bukan lagi kelas internasional yang mereka buru
orang no.1 negara pun, yang notabene nya saudara dalam bendera, jadi pilihan mereka
"negara tidak boleh kalah", itulah kata pamungkas yang diperdengarkan di ruangan tadi

ini pidato kenegaraan menyambut hari ngulang tahunnya bangsa ini
menjelang hari yang pasti akan diperingati semua kepala yang masih berbendera sama

tapi ada satu hal yang terlupa
gak banyak, cuma satu kok
apalah artinya satu ini, dibandingkan dengan lancarnya rapat kali ini
jarang ada kedamaian terjadi ketika pemimpin kelas satu bertemu sapa dalam rapat
cuma satu hal, demikian kusimpulkan dari surat kabar yang terbaca olehku

lagu kebangsaan hilang di udara
Indonesia raya tak lagi dinyanyikan
tak ada lagi yang berdiri masal sambil mendengarkan lagu dahsyat ini
tidak dinyanyikan di awal
ketika itu menjelang hari ngulang tahunnya negara ini

beruntung ada yang ingat
beruntung masih ada segelintir yang jadinya teringat
akhirnyapun setelah ingat lagu kebangsaan dinyanyikan
semuanya pun akhirnya ingat untuk berdiri mendengar lagu ini
tidak di awal, tapi di akhir acara
ketika itu rapat untuk mendengarkan pidato kenegaraan menyambut hari ngulang tahunnya negaraku

lagu ini lagu yang luar biasa dengan maksud mulia
melebihi lagu yang jadinya teringat karena dimulai dari satu orang yang angkat bicara

jauh dari pagi hari setelah kubaca surat kabar
malam hari, seperti itulah kita umat manusia mengenalnya
ku melintas dibawah jalan layang kiara condong
bukan di ruangan besar, dan pastinya jauh dari Senanyan
cuma sebatas kolong salah satu jalan layang di kota Bandung
ada arak-arakan dari beberapa pemuda yang menjadi pagar batas di kiri kanan arakan tersebut
dan tepat di tengah berkumpul anak-anak berseragam pramuka
antusias menjalani jalan di bawah kolong
bertemakan menggalang dana demi suatu acara hari ngulang tahun negara ini
mereka semua tertawa, di akhir penghujung hari
ketika itu menjelang hari ngulang tahunnya negara ini

15 Agustus 2009

Bookmark and Share

KUNINGNYA CINTAKU

tahukah kamu makna warna kuning?

setidaknya mari ikuti cerita tentang kuningnya cintaku ini:

ketika ku melihat warna kuning artinya kumelihat keceriaan
oo... di dalam cinta aku menemukan keceriaan

ketika bunga yang diberikan berwarna kuning pertanda persahabatan
he...he...he...cinta ku selalu kumulai dari persahabatan

melihat mentari berwarna kuning aku merasakakan kehangatan hari
lebay memang... tapi cinta selalu menghangatkan hari-hariku

bendera berwarna kuning di jakarta pasti ada yang berduka
ck...ck...ck... karena cinta ku padanya ku dapat merasakan kesedihannya juga

ketika lampu lalu lintas merah berganti kuning kubersiap berjalan
duh...duh...duh...memang cinta ini membuatku bersiap-siap untuk melangkah selepas berhenti

kartu kuning dalam sepak bola menandakan kehati-hatian dalam bertindak selanjutnya
ehem...selalu saja cinta membuatku berhati-hati dalam bertindak

ouw...ouw...ouw... betapa kuningnya cintaku

karena ini aku cinta kuning

Bookmark and Share

TOLONG..... aku mengidap penyakit cinta

ini namanya penyakit
ketika mencinta harus memiliki
ini namanya egois
karena setiap orang memiliki cinta

biarkan cinta ada diantara kita
biarkan waktu tetap bermanja dalam cinta
biarkan dua hati yang memilih
biarkan dua insan memaknai waktu cinta

kalau ada cinta bersama diantara kita
berarti diantara cinta kita ada kebersamaan
atau mungkin kita bersama diantara cinta
hehehe... aku mempermainkan kata cinta

maaf ya...

ini mungkin penyakit cinta (~,^)

Bookmark and Share

"benci cinta, mencintai benci"

membencimu karena mencintaimu
dan ku tetap mencintaimu sekalipun ku membencimu

benci itu berteman cinta
karena bukan terjadi persaingan di antara mereka
hanya sebatas melengkapi
atau sebatas masalah sudut pandang

aku mencintai pribadinya
aku mencintai tingkah lakunya
aku mencintai...
pokoknya ku mencintainya!!!

aku benci perasaan ini
aku benci karena tak terlampiaskan
aku benci tak bisa ternyatakan
aku benci bersama diri yang tetap sendiri

cintaku berteman benci
seperti yang kuutarakan tadi
cintaku bersama-sama, beriring, berkawan, bermanja dengan benci
aku benci dalam cinta

aku memilih untuk ...
...
...
dicinta walau dibenci

Bookmark and Share

Seandainya saja bisa kusampaikan langsung padamu

bagi yang berada terdepan
"selamat untukmu" kataku
tetap melangkah dibelakang itu tempat ku berjalan
"lagi-lagi yang ini tertinggal" keluhku

saat ini berjalan
baik menuju besok, lusa atau berganti minggu
waktu pun terus berjalan
detik tetap berputar, lalu menit, dan akhirnya jam menyusul

terbuka suatu wawasan baru di depan
saat melangkah, tapi jangan gegabah
kawan,... ikutkan TUHAN dalam perencanaan
jangan berjalan sambil memakai celana

kemarin mungkin menipu
sebatas ada perencanaan liar dalam sempitnya pemikiran
sayang sungguh disayang masa lalu tak bisa dihapus, walau ingin
anggap harga pembelajaran dari suatu kenangan

tunjukkan dan buktikan
DIA mau melihat buktinya
aku pun tetap melihatmu dengan antusias seperti sedia kala terhadapmu
"bukakan jalan bagiku kawan"

perjalananmu nanti akan mengajarkanku
bagaimana saatnya nanti ku harus melangkah sepertimu
seperti ketika iman yang nyata dalam perbuatan
bersinar bersama keteguhan yang tak bisa di pungkiri

"bukakan jalan bagiku"
seperti nanti saatnya tiba bagiku berada dalam posisimu
bagaimana aku berbicara dalam tindakan yang nyata
bukan sebatas menjadi gampagan agar gampang

"selamatku untukmu"
"aku berbahagia karnamu"
"aku pun ingin tertawa bersamamu"
"terlebih,... aku ingin bersama denganmu"

nanti akan tiba,
saat kau mengajarkan ku melangkah
menuntunku menyatakan iman dalam perbuatan
dalam dunia liar, tempat orang bekerja demi hidup

bagimu yang akan menuju dunia itu terlebih dahulu
"bukakan aku jalan" aku ingin belajar darimu
"teguhkan imanmu, ini saat untukmu"
"jangan gentar, tegarkan pijakan besama TANGAN YANG PERKASA"

bagimu yang akan menuju dunia itu terlebih dahulu
"engkau tidak sendiri, walau sepertinya demikian"
"lihatlah mereka yang terdahulu"
"belajarlah dari mereka, demikian nati ku kan belajar darimu"

bagiku yang tertinggal
aku masih akan disini, bersiap menanti giliran
"tersendiri, jangan khawatirkanku kawan"
"karena justru aku yang menghawatirkanmu"

duniamu nanti, lebih kejam dari duniaku saat ini
"aku tetap mendukungmu, walau dari belakang"
"jangan sungkan untuk menyapaku yang terbelakang"
sebatas aku, yang tak peduli akan posisi diri ini

DIA-lah pertolonganmu
seperti biasa, karena ku tak dapat memberi pertolongan yang sejati
DIA-lah teladanmu
dan DIA adalah yang telah kau ikuti sejak dahulu
tetaplah ikuti, walau terkadang tertinggal, ataupun terjatuh
tetap ikuti jejak langkahNya
karena hanya sesaat saja DIA seakan berjalan meninggalkanmu
padahal DIA tetap meninggalkan jejak langkahNYA
dan DIA tetap akan menunggu tak jauh darimu

jagalah hubunganmu bersamaNYA
tidak akan percuma, bahkan sangat berharga
tetap berdoa
tetap teduhkan diri di waktu pagi-pagi esok hari

DIA jauh mengasihimu melebihi kasihku

Bookmark and Share

"Kepedulian cinta"

ini tentang kepedulian
selepas diri melepas cinta
tindak-tanduk yang melatar belakangi perbuatan
perbuatan dalam kepedulian bersama cinta

memberi atau tidak... tergantung
mana yang tergantung dalam isi kepala
memberi... ada yang terhilang
tidak memberi... memang itulah isi kepala

berkata-kata mudah untuk dirangkai
menulis maka biarkan jari menari dalam bekas jejak tinta
karena cinta bukan sesuatu yang dirangkai
demikian cinta bukan bekas jejak tinta dalam surat cinta

tentang kepedulian?
apa maunya cinta terhadap kepedulian?

tak bisakah cinta tanpa perduli?
sudah tentu kan peduli berdikari tanpa cinta?

karena tak semua kepedulian lahir dari cinta
kepedulian palsu karena citra diri
semunya kepedulian dari tingginya posisi harga diri
kepedulian menyimpang, dibelokkan hanya karena terlihat

kalu begitu mari semua bercinta
mari kita cinta semuanya
setiap yang lahir di bumi,
setiap yang ditindas,
setiap yang diburu,
mari kita cintai semuanya

karena cinta pasti perduli

sehingga kita bisa peduli kepada semuanya
sehingga kita bisa peduli kepada setiap yang lahir di bumi,
sehingga kita bisa peduli kepada setiap yang ditindas,
sehingga kita bisa peduli kepada setiap yang diburu

sehingga kita bisa peduli karena cinta

ket:  berdikari = berdiri di atas kaki sendiri

Bookmark and Share

aku, cinta, dan tentangmu dalam harapku

cinta memang jadi alasannya
mengapa ku memilihmu
cinta memang jadi bahan bakarnya
hingga kini kubertahan menanti

diam memang karena tak berkata
jangan bertanya arti sunyi kepadaku
jauh karena memang ada jarak
jangan, kumohon... jangan membuat jarak terlalu jauh dariku

karena kamu, atau karena ini egoku?
aku tetap menanti untuk suatu hari nanti
"cinta yang karena" atau "cinta yang sekalipun"?
biarkan menjadi nyata beralaskan waktu

aku tak tahan, seakan aku kuat
memang ada yang tetinggal ada yang melangkah kedepan
posisi, tempat kaki menginjak sejauh jarak
jauh,... jauh,... aku terbuai semakin jauh

anggapanku ini tentang mencintai
karena itu kulantang menuliskan ini
tapi cinta tak sebatas isi pena yang terbaca
karena hanya waktu yang mengerti cinta

aku, cinta, dan tentangmu dalam harapku




Bookmark and Share

aku menyukainya

aku menyukainya
dia seorang wanita
dan ku pernah mencintanya
detik tadi berlalu, perasaan ini tetap sama

wanita,... tak lebih
tersenyum,... semua pun bisa tersenyum
berair mata,... setiap mata pun pasti memiliki kesedihan
manis dalam tersenyum,... itulah keahlian pribadi wanita yang kunikmati

lelaki,... ini aku tak lebih
tersenyum,... jarang kulakukan
berair mata,... seperti semua laki-laki, tak kan kuperlihatkan
manis dalam tersenyum,... bukan keahlian yang diwariskan padaku

aku menyukainya
karena ku seorang lelaki
dan ku pernah mencintanya
bait ini berlalu, perasaan ini tetap sama

keunikan dari tingkah laku
tidak tegar merangsang untuk membantu
jarang bertemu membuat hati tetap terjaga untuknya
aku menantikan mu

Bookmark and Share

puisi ini namanya isi hatiku yang sejujurnya

kala hati resah
menari bersama kerinduan yang terhadang
bersama sama dalam kesendirian
ketika kasih yang tak kunjung berbalas

kala hati merindu
tertawa dalam bisingnya inspirasi isi kepala
dalam kedekatan yang tak terjangkau
ketika yang tersayang terdiam

cinta yang kurasa
kadang tak melekat di luar
tapi terpatri di kedalaman yang kusembunyikan
kurasa ini cinta

hanya bisa diam
melihat, dan menyelidiki lebih dekat
membantu kadang tak terbantu
bercerita kadang tak terdengar

malahan apa yang tak bisa kulakukan?
tentulah tak kulakukan
bukan sesumbar karena kesombongan
hanyalah beralaskan cinta yang melebihi logika

aku tetap sama
hanya tidak sedekat dahulu
tidak sejelas yang lalu
mungkin kuberanggapan kumenjaga jarak
atau namakan saja ini "karena kamu"

mentari bersama pagi memulai hari
hujan sesekali membasahi atap tempat kuberatap
mentari berganti bualan di pagi hari
hujan membasahi kesejukan ambisi untuk bersama mu

apa yang bisa kulakukan?
sebatas keinginan tersembunyi bersama isi hati
diamkan dirimu karena ku tetap mendengar
berkata-kata tetaplah sebatas kesepian kalimat yang tak terucap

aku tetap menunggu
sebatas kurasa yang dahulu belum kuanggap akhir
masih menanti waktu untuk memulai lagi
bersama diri ini, yang mulai terasing

aku tetap mengasihimu






Bookmark and Share

"antara ada dan tiada"

bukan karena ada, maka dicari
bukan juga karena tiada, maka ditemukan
ada dan tiada sebatas yang terlihat

andai menjadi yang tak kasat mata
ada, tapi tak nampak
tiada, karena memang tak nampak

yang ada... sering terabaikan
yang tiada... justu yang didambakan
ada dan tiada sebatas yang dibutuhkan saat ini

andai menjadi yang tersembunyi
ada, tapi terhalangi
tiada, karena memang terhalangi

mungkin saatnya mencukupkan diri dari apa yang ada
mungkin saatnya mengubah sudut pandang
mungkin saatnya cari alasan yang memungkinkan untuk bersyukur

pasti semua ada dalam kecukupan diri
pasti semua dapat dipandang dari sisi lain
pasti selalu ada alasan untuk bersyukur

Bookmark and Share

You'll never walk alone




"You'll never walk alone"

itu nyanyian penggemar Liverpool
nyanyian yang kemudian menyakitkan hatiku
semangat yang hilang kembali
pujangga cinta bola dari the REDs menyala kembali
dan habislah MILAN ku dalam drama titik putih

hikz....hiks....

Apa mau dikata, itu kan terjadi di televisi
nyanyian dapat membangkitkan semangat
dukungan memacu andrenalin menantang waktu
ending stories bagi yang mendukung dan terdukung
LIVERPOOL won champions league

Hikz....hiks.... (T.T)

cerita usang kekalahan tim kesayangan

hikz...hiks.... (T.T)

Cerita lapuk
tak mungkin terjadi di luar televisi
happy ending? happy ye...ye...ye.... (T.T)

hikz...hik..... (T.T)

dukungan dari mana berasal?
kalau memang dari luar diri
mungkinkah dari dalam diri sendiri?
itu namanya thinking positif
atau setidak-tidaknya "menipu diri sendiri" namanya

mari kawan kita bernyanyi
"You'll never walk alone"
"You'll never walk alone"
kepada mereka yang merindukan nyanyian itu
kepada mereka yang terhilang semangat

"You'll never walk alone"
memang demikian adanya


vESTER "milanisti" Cobain

Bookmark and Share

bukan kalimat hidup

Tiada gading yang tak retak

seakan ada gading yang kan retak
ketika retak maka tak akan ada gading
tiada gading sudah tentu tak retak
yang retak bukan gading yang tiada

memaknai arti dari kalimat
ketika bermain di dalam kata
kata tersusun merangkai kalimat
terangkai kalimat dari kata
kalimat menimbulkan arti

memaknai arti dari hidup
ketika bermain di dalam hari
hari tersusun merangkai hidup
terangkai hidup dari hari
hidup menimbulkan arti

kalimat hidup
kata hari

Bookmark and Share

saling bergantung

jakarta takluk kepada banjir
jakarta bergantung kepada bogor
karena bogor berada di atas jakarta
bukan karena kemajuan jakarta yang membanggakan
atau sekadar kepadatan jakarta yang tak tertandingi
tapi jakarta tak berkutik
bogor memuntahkan air
banjir menyerang ibu kota

indonesiaku pun menjadi gantungan bagi negara yang lain
mereka semua memperhatikan hjaunya bangsaku
gundulnya hutan negriku, bencana bagi negara maju
asap hitam negara maju, makanan bagi hijaunya hutan ku
gundulnya hutan mereka di atasi hijaunya bangsaku
ketika si jago merah beraksi di negaraku
panasnya pun sampai kepada negara tetanggaku
asapnya pun memedihkan mata mereka yang disekitar indonesiaku

dinginnya kutub utara pun harus tetap dingin
jangan biarkan itu menghangat
menghangatkan dan mengikis permukaan poros utara bumi itu
karena jakartaku pun tak pandai berenang
tanjung priuk pun rela untuk berendam
kutub utara pun menggantungkan harapan bagi negaraku
kota ku dan tiap rumah yang ada pun bergantung
rumah di tengah kota, atau rumah setengah jadi setengah berdiri di pinggiran

Kutub utaraku bersama ozone yang tepat berdiri di atasnya
semakin bolong dia, kehangatan kami terima
poros utara bumi pun tidak suka kehangatan
karena dingin adalah identitasnya
atau sekadar tak berdaya menjaga eksistensi es yang mengelilingi

bergantung satu sama lain
bersama itu membentuk lingkungan
satu demi satu saling bahu membahu
demi masa depan, demi hidup
jangan mencuri perhatian
sebatas kepentingan hari ini
apa arti hari ini
ketika tiada hari nanti

bergantung satu sama lain
bermula masuknya sampah kedalam kantong kecil
menanti saat dimuntahkan ke tempat yang layak
tempat sampah adalah tempatnya

Terinspirasi dari "catatan harian sang penggoda indonesia"

Bookmark and Share

tiada sore disini

malam ini mengusir hari
memanggil semua beranjak pergi
memang tiada yang abadi
mati itu sudah pasti

pagi memulai hari
membangunkan untuk melangkah pergi
memang semua harus dijalani
pertanggung jawaban akan diminta nanti

siang pertengahan hari
menyadarkan istirahat sebentar lagi
memang perlu waktu untuk berhenti
renungkanlah sebelum terlambat disadari

Bookmark and Share

pada mulanya ALLAH (bersama celotehku)


"Pada mulanya ALLAH ..."

entah mengapa bagian ini yang paling kuingat
sudah tentu ini Kej 1:1
kalimat pertama dari Alkitabku.
ku yakin juga sama di kalimat kalian. iya tidak?

bisa saja setiap orang punya makna yang berbeda
pemaknaan ku tentu belum tentu sama dengan kalian
apa mau dikata
karena pemaknaan sering dipengaruhi kondisi seseorang
demikian juga ini terjadi padaku

kondisiku saat itu sedang posing tujuh keliling, keliling dunia
seakan dunia dengan mudahnya kukelilingi
hanya bersama pusing kepala
tujuh kali ku kelilingi dunia

"pada mulanya ALLAH..."

aku memaknai ini, serta merta tahtaku runtuh
bagaimana tidak?
aku yang seharusnya berada di tempat pertama, tempat pertama di otakku
terancam posisinya karena kalimat ini. "pada mulanya ALLAH"
tempat pertama dalam logika ku
tempat pertama dalam daftar keinginanku
terdepan tentunya dalam perencanaan masa depan

jadi sekarang mengapa powerful sekali kalimat pertam alkitab ini
"pada mulanya ALLAH..."
pastilah ini meminta perhatian yang pertama untuk segala sesuatu dalam diriku
di dalam doaku
di dalam perencanaanku
di dalam kesenanganku
di dalam cita-citaku
di dalam kesendirianku
di dalam wanita yang kunanti
di dalam ambisiku
di dalam kesedihanku
di dalam ratapanku
tentulah kalimat ini "pada mulanya ALLAH..."
menandakan ALLAH lah yang harus mendahului kesemuanya itu

demikian juga ketika ku memandang sesuatu
tentulah ALLAH yang harus jadi pada mulanya


"pada mulanya ALLAH,..."

(Kejadian 1:1)

Bookmark and Share

permintaan yang tersendiri

TUHAN....
ketika ku sendiri,
jangan berikan aku teman yang menemani,
biarkan teman datang untuk meminta pertolongan

Bookmark and Share

si jago bersilat liDah

mari kemari biar kutunjukkan
cara bertahan, cara melawan

bertahan...
dari yang datang melawan
melawan...
sesudah habis bertahan

tinggikan dan buat terbuai
kata-kata merangkai kalimat manis
mereka membumbung ke nirwana lantai ke tujuh

dan ciptakan pengrusak
kata-kata merangkai kalimat menyakitkan
nirwana luluh lantak jatuh ke bumi bagian dalam

semua hanyalah sebatas seni
bagaimana mengutarakan
sebatas seni
bagaimana aktualisasi diri tercipta

terciptalah cita yang tergapai
tiada yang lain ataupun orang lain
karena cita adalah ambisi terpendalam lama
ketika dicapai tiada peduli yang lain ataupun orang lain

jahat memang itu sudah pasti
bertingkah seakan kebenaran seperti teori relativitas
tergantung dari mana engkau memposisikan diri
yang tidak lain adalah pembenaran diri sendiri

jago memang aku
si penjang lidah
semanis manisan rasa dari lidah
bagiku itulah kenikmatan
sang pencita rasa manis
dari lidah yang terbanggakan

Bookmark and Share

Bapa ABRAM

Banyaknya bintang menari digelap angkasa
saling berkedip seakan saling menggoda diantara bintang
itulah keindahan malam yang terlihat di angkasa
ketika terbawa aku keluar karena kehendakNYA

dalam penglihatan, disanalah tepatnya
keberkuasaan ALLAH yang tidak dapat terselami
tidak melalu langit yang terbelah
tapi melalu mimpiku, dibelahNYA, dan berkuasalah DIA dalam alam bawah sadarku

sebagaimana kedaulatan menyatakan kuasa yang tak dapat dibatasi
demikian pula indah rencana yang dijanjikanNYA

pemikiran manusia terkadang mengadu
dalam sempitnya bepikir logika mencoba beradu
menyesatkan, bila hanya logika dianut
ketika yang terbatas mencaba menilai yang Tak Terbatas

apa mau dikata
apa mau dinilai
atau sekadar coba diragu

Ketika menyadari keberadaan diri
terbatas hanya dalam pemikiran sempit
keraguan muncul karena khawatir
tentang hari esok, tentang hadirnya generasi selanjutnya
yang tiada kunjung tiba
ketika raga tua dan ragu pun mencoba mendua

sebagaimana kedaulatan menyatakan kuasa yang tak dapat dibatasi
demikian pula indah rencana yang dijanjikanNYA

Percaya saja
dalam tangan yang perkasa
pecaya saja
menuju sesuatu masa depan yang pasti ada

Banyaknya bintang menari digelap angkasa
saling berkedip seakan saling menggoda diantara bintang
itulah keindahan malam yang terlihat di angkasa
ketika DIA menyatakan kehendakNYA


Terinspirasi dari Kejadian 15:1-6

Bookmark and Share

catatan pengendara ber plat B

gelapnya jalan di depan
hanya karena malam telah tiba
bukan karena sekadar lampu motorku yang mati
apalagi karena lampu jalan yg mati karena dikorupsi

kesalnya hati ini menahan umpatan
hanya karena ban motor masuk ke dalam lubang
bukan karena kendaraan disampingku yang memaksaku banting stang ke kanan
apalagi karena leletnya pejabat daerah membenahi jalanan yang banyak dikeluhkan warga

menahan pergelangan tangan agar tidak tarik gas
hanya karena lampu lalu lintas memang belum berubah warna
bukan karena pengendara disekelilingku telah mendahului aku menancap gas
apalagi karena jalanan di depanku sudah kosong melompong kosong bagai gigi ompong

mengeluarkan SIM dan STNK dari dompet
hanya karena sang polisi melakukan razia rutin
bukan karena plat B ku berada ditengah-tengah daerah plat D
apalagi karena aku yang telah memakai kelm full face kebanggaanku

GL pro kebanggaan ku
tempat melekatnya bokongku di ataS jok hitam
tercengkramnya kedua tangan tepat di sebatang stang
berpacu melawan waktu mencapai tujuan yang mesti dituju

satu hari, berulang kali bersama motorku

Bookmark and Share
Search Engine Optimization